Nostalgia Bikin Tergila-gila

Friday, November 03, 2006

Langit sudah gelap.

Entah karena malam memang sudah bergelayut, atau karena mendung yang juga tidak ingin tertinggal.

Yang pasti, angin yang menyapu lembar-lembar daun di halaman depan membuat saya semakin enggan beralih dari ketertegunan.

Ia akhirnya menyerah dari segala kebisuan yang mencekat kami berdua.

Ia pun berpamitan pulang. Tanpa lupa mengucapkan selamat malam. Sementara saya hanya bisa membalasnya dengan sebuah senyuman. Yang perlahan tampaknya semakin memudar, seiring dengan hilangnya bayangan punggung yang semakin menjauh.

Saya tidak tahu apa namanya.

Hanya saja, rasanya membuat segalanya menjadi tidak keruan. Membuat kaki ini terasa berat sekali untuk diajak melangkah masuk ke dalam.

Kalau saja ia tidak mengangsurkan kaset ini ke tangan saya, mungkin saya masih ada di halaman. Tetap berdiri dan memandangi kepergiannya.

“Memang nggak ada judulnya. Sengaja nggak gue tulis di situ. Tapi lo pasti akan tau kok apa isinya... Dan lo juga akan tau kenapa gue ngasih ini ke elo,” begitu katanya sebelum ucapan selamat malam tadi.

Dan benarlah...

Saya segera mengetahui apa yang dimaksudkannya, setelah lagu pertama terdengar melintas di telinga saya.

Here I am at six o'clock in the morning
Still thinking about you
It's still hard, at six o'clock in the morning
To sleep without you

And I know that it might
Seem too late for love
All I know

I need you now
More than words can say
I need you now
I've got to find a way
I need you now
Before I lose my mind
I need you now*

Dan ia tidak hanya berhasil membuat saya terjaga semalaman.

Ia juga berhasil membuat saya mengingat setiap detil kejadian yang diakibatkannya. Ia berhasil membuat saya mengingat semua yang terjadi malam itu setelah mendengarkan kaset yang diberikannya kepada saya.

Sampai saat ini.

Ketika saya kembali menemukan lagu itu terputar di salah satu stasiun radio.

Tidak satu pun dari peristiwa malam itu yang luput dari kepala saya.

Lalu membuat saya bertanya-tanya, apa yang sebenarnya membuat saya demikian menyukai lagu itu? Semata-mata karena lagunyakah? Atau karena apa yang pernah saya alami berkaitan dengan lagu itu?

Saya rasa kamu pun pasti sudah tahu jawabannya.

Karena memang bukan lagu itu saja yang saya sukai mati-matian.

Saya juga demikian menggilai Honestly milik Harem Scarem. Saya bahkan baru benar-benar mengetahui apa makna dari lagu itu belakangan ini, setelah mendengarkannya kembali. Tidak pernah terlintas dalam kepala sedikit pun apa yang sebenarnya hendak disampaikan oleh Harry Hess dan teman-temannya. Saya hanya tahu bahwa lagu itu pernah terdengar sangat menyenangkan. Karena kekasih saya (saat itu) tengah melingkarkan tangannya di pinggang saya dan membiarkan saya bersandar padanya, ketika kami mendengarkan lagu itu.

Kegemaran saya mengumpulkan album-album milik Blessid Union of Souls pun terpicu setelah mendengarkan I Believe. Suara renyah Elliot Sloan berhasil membuat saya menguras air mata setelah mendengarkannya. Apa yang disampaikannya dalam lagu itu seolah menggambarkan apa yang tengah saya rasakan, sebagai akibat dari pertengkaran saya dengan sang kekasih (kekasih yang berbeda dari saat mendengarkan Harem Scarem).

Dan saya semakin kelimpungan saat seorang teman memberikan sebuah CD berisikan lagu-lagu rock jadul. Harem Scarem dan Alias hanyalah salah dua di antaranya. White Lion, REO Speedwagon, Mr. Big, Bad English, Tesla, dan teman-teman seangkatan mereka juga telah berhasil mengungkit kembali apa yang pernah saya alami ketika mendengarkannya kembali.

Dulu.

Bagaimana bingungnya saya saat bertengkar dengan kekasih. Secara baru pertama kalinya berpacaran, masih mengenakan seragam putih-biru pula, dan pertengkaran pun terjadi karena hal-hal yang sangat tidak penting (buat saya sekarang). Lalu kami berbaikan kembali, seperti tidak pernah terjadi perselisihan sebelumnya.

Bagaimana berdebarnya jantung saya saat seorang pria tiba-tiba saja melingkarkan tangannya di pinggang saya ketika kami sedang menonton penampilan panggung sebuah band dalam pentas seni yang kami hadiri. Saya tidak menolak, karena saya memang menikmatinya. Lantas kami menobatkan hari itu sebagai hari jadian kami.

Bagaimana saya dirundung kebimbangan yang amat sangat ketika mengajak si hitam berkeliling Jakarta, karena harus memutuskan apakah akan tetap melanjutkan hubungan dengan sang kekasih atau menyudahinya saja.

Bagaimana satu-persatu lagu yang saya dengarkan dari CD yang diberikan si teman ini berhasil membobol keluar semua peristiwa yang pernah saya alami. Bagaimana lagu-lagu itu telah mengungkit kembali setiap perasaan yang pernah singgah dalam dada saya.

Yah... mengingat kembali apa yang pernah terlewati selalu menyenangkan buat saya.

Kalau ada teman yang mengatakan bahwa kegiatan semacam ini tidak ada gunanya, hanya membuang waktu, malah menyakitkan hati, tapi tidak demikian buat saya.

Dari peristiwa-peristiwa itulah saya belajar untuk menjadi seperti sekarang.

Dari perasaan yang dulu lah saya bisa memahami lagi mengapa perasaan yang sama mungkin datang.

Lagipula, karena ini juga ‘kan saya menjadi demikian menarik buatmu? *piss yo’ ;-)


PS.
Maaf, belakangan ini saya memang terlihat eh... terbaca menye-menye. Melulu membicarakan masalah hati.
Ah... CD-CD jadul itu memang selayaknya membunuh saya saja!



*More Than Words Can Say by Alias

website page counter

ADA 11 KOMENTAR:

» Blogger Desperate Houseboy:

Bu dosen, kok mellow banget post-nya? --;

November 03, 2006 1:04 PM  
» Anonymous Anonymous:

mbakdos kenapa ?
mengenang masa lalu yang imut yah.???
tapi ya dinikmati saja
buat cerita anak cucu ntar

November 04, 2006 10:58 AM  
» Blogger mbakDos:

andrew:
iya nih... dirundung mellow *halah apa sih?! ;D
eh ke mana aja adikku yang satu ini??? ngilang mendadak gitu?!

mata:
buat cerita anak cucu? itu sih tugasnya Jaune!
*teteup promosi gini ;D

November 05, 2006 8:59 AM  
» Anonymous Anonymous:

jadi inget dulu waktu pengen bisa maenin lagunya honestly sampe tidurpun meluk gitar.. terus mimpi konser bareng harem scarem. pas bangun gue langsung bisa gtuh.. yang setelah sadar ternyata emang tadi masih mimpi :D

November 06, 2006 12:18 PM  
» Anonymous Anonymous:

jadi inget dulu waktu pengen bisa maenin lagunya honestly sampe tidurpun meluk gitar.. terus mimpi konser bareng harem scarem. pas bangun gue langsung bisa gtuh.. yang setelah sadar ternyata emang tadi masih mimpi :D
*komen yg atas hapus ajah.. ;)

November 06, 2006 12:20 PM  
» Blogger mbakDos:

memed:
tampaknya saya masih lebih beruntung, karena bukan sekedar gitar yang dipeluk ;-)
*komen yang atas biyarin aja ah... ;D

November 07, 2006 10:48 AM  
» Anonymous Anonymous:

ough.. mesti gimana saya berkomentar? terbawa suasana nih.. :p

November 09, 2006 1:29 AM  
» Anonymous Anonymous:

hallo... kunjungan perdana nih. wah, penggemar 80's rock yah... sip, sip. Interesting blog, indeed. Salam kenal... :)

November 09, 2006 2:49 PM  
» Blogger mbakDos:

si tanpa nama:
gimana kalo dimulai dengan menyebutkan nama dulu?! ;-)

okki:
salam kenal juga... tengkiu udah dikunjungin ;-)

November 10, 2006 10:16 AM  
» Anonymous Anonymous:

musik memang bisa menggerakkan hati, bahkan ke arah yang tidak kita inginkan...

January 03, 2007 10:28 AM  
» Blogger Andi Rachmawaty Syafriciah Joewono:

Halllo....sy jg bnyk knangan dgn lagu2 80s ruled..... salam kenal

November 10, 2014 8:33 PM  

» Post a Comment

 

« Kembali ke TERAS