Buy 1 Get 1 (Free?!)

Wednesday, November 07, 2007

Lampu yang menempel di langit-langit dan menerangi selasar pusat keramaian ini sudah mulai dinyalakan. Seketika meredakan keredupan yang sedari tadi sempat membuat saya harus terus memicingkan mata. Iya... saya tahu, semestinya memang kacamata berbingkai hitam tebal itu tidak dianggurkan saja tersimpan rapi di dalam backpack. Tapi sungguh, saya memang malas untuk mengenakannya, jika keadaan tidak memaksa.

Karena tanpa mengenakan kaca pembesar itu pun, juga tanpa harus melirik ke arah arloji yang melingkari pergelangan tangan, saya sudah cukup bisa mengetahui bahwa senja mulai menghampiri. Para pengunjung terus saja bertambah, semakin memadati panjangnya selasar yang sebelumnya memang sudah dipenuhi dengan meja-meja berisi barang dagangan para penjual.

Just as the usual Ladies’ Day.

Di pusat keramaian yang hanya menyediakan jasa kuliner ini, diadakannya fashion bazaar dua kali seminggu jelas merupakan daya tarik tersendiri bagi kaum perempuan (termasuk saya!). Ditambah lagi dengan layanan penyediaan area parkir kendaraan roda empat yang hanya diperuntukkan bagi pengemudi wanita.

Tidak ada yang berbeda dengan hari Rabu biasanya.

Kecuali keberadaan saya di cafe yang satu ini.

Tempat di mana saya berada ini memang bukanlah cafe yang biasa saya tongkrongi. Bahkan menginjakkan kaki ke dalamnya pun sama sekali belum pernah.

Entahlah, rasanya saya sedang bosan mengunjungi tempat yang itu-itu lagi. Dengan menu makanan yang sama, rasa kopi dan minuman yang sama, juga dengan posisi tempat duduk yang nyaris tidak pernah berubah.

Tapi kalau ingin berpindah tempat dari sana, saya sendiri bingung harus ke mana. Cafe-cafe yang biasa menerima saya sebagai pengunjung tetap memang sudah merupakan tempat nongkrong pilihan. Menyediakan sofa, stop kontak, dan jaringan internet nirkabel. Yang tentu saja menjauhkan saya dari ancaman akan diusir karena berada di sana terlalu lama.

Lalu kalau lagi-lagi muncul pertanyaan kenapa cafe yang satu ini yang sekarang dipilih?

Karena saya belum pernah mencobanya.

Sungguh!

Tidak percaya?

Saya memang sama sekali belum pernah ke sini.

Okay... okay...

Berhentilah memicingkan mata seperti itu!

Alasannya memang tidak se-sophisticated itu!

Bukan karena kegemaran saya mencoba segala sesuatu yang baru, bukan juga karena bosan dengan tempat-tempat yang hampir selalu saya kunjungi saat menginjakkan kaki di pusat keramaian ini.

Yah... hanya gara-gara sebuah SMS masuk ke handphone saya. Sebulan lalu.

Dari provider telepon saya. Yang memberitahukan bahwa saya akan memperoleh potongan harga sampai setengah harga aselinya untuk pembelian segala jenis coffee beverages di cafe ini, hanya dengan menunjukkan SMS tersebut.

Iya, iya...

Saya tahu kamu akan berkomentar apa!

Sudahlah...

Bukankah memang itu yang akan dilakukan semua orang jika menerima SMS serupa? Apalagi jika penerima SMS itu adalah penggemar kopi juga, seperti saya. Bukankah justru akan merugikan kalau promosi itu tidak digunakan?!

Saya bahkan sudah lebih dari sebulan menunggu waktu yang tepat untuk bisa menunjukkan (baca: memamerkan) SMS itu kepada si mbak atau mas yang berjaga di cafe yang dimaksud. Mengingat jadual kuliah yang luar biasa melelahkan, dengan tugas-tugas harian yang juga nyaris membuat tak bisa bernapas, menghabiskan sore hari dengan nongkrong dan minum kopi seperti ini jelas tidak akan masuk ke dalam agenda saya.

Lantas, apa salah kalau usainya perkuliahan yang (jauh) lebih cepat dari biasanya ini kemudian saya rayakan dengan... segelas kopi?!

Tadinya memang sempat berpikir untuk mengajak si hitam melanglang ke ITC lagi untuk berburu baju. Namun segera saja saya urungkan niat itu.

Bukan karena jauh dan lamanya perjalanan yang akan ditempuh. Karena sekarang, di mana lagi saya bisa memperoleh kemeja seharga dua-puluh-lima-ribu kalau bukan di sana? Sementara di pusat perbelanjaan lain, dengan mengeluarkan lembar uang yang sama, saya hanya bisa memperoleh dua potong kemeja, atau malah hanya satu. Dan kadang masih harus ditambah lagi lembar uang lainnya.

Memikirkan ketersediaan tempat untuk memarkirkan si hitam, yang tampaknya hampir tidak mungkin kalau masih tersedia pada siang menjelang sore seperti ini, jelas sudah lebih dari cukup alasan untuk merelakan saja rencana berbelanja pakaian.

Sementara di pusat keramaian yang satu ini, sudah bisa dipastikan saya akan mendapatkan tempat parkir. Gratis pula!

Oooppssss... *darn! Keceplosan!*

Iyaaa...

Saya memang bermaksud memanfaatkan gratisan parkir yang saya dapatkan itu sebelum masa berlakunya berakhir bersamaan dengan berakhirnya bulan ini.

Juga potongan harga pembelian di cafe itu!

Puas??

‘Kan sayang kalau tidak digunakan.

Iya sih, saya memang tidak sedang segitunya amat membutuhkan relaksasi akibat beban perkuliahan yang teramat sangat berat (*hiperbolism-mode on). Kalaupun tersedia waktu senggang, rasanya memang saya lebih bisa menikmatinya dengan tidur atau sekedar bermalas-malasan di tempat tidur sambil menonton DVD.

Apalagi menghabiskan waktu dengan ngopi?!

Yang secara jelas sempat dikatakan oleh Pak Dokter waktu itu bahwa saya sedang harus mengurangi kecanduan akan minuman berkafein. Kecuali kalau ingin mengalami kerusakan pencernaan (lagi), mungkin.

Haduh... tapi ‘kan sayaannggg...

Kalau tidak digunakan, lalu kapan dong saya bisa punya kesempatan untuk menikmati minum kopi hanya dengan membayar setengah harga?!

Kapan saya bisa berlama-lama di pusat keramaian itu tanpa harus dirisaukan oleh tarif parkir yang terus saja terakumulasi seiring dengan waktu yang dihabiskan di sana?!

Eh tapi... kalau seharian menghabiskan waktu di situ, apa yang akan dikerjakan juga ya?

Berbelanja... jelas tidak mungkin. Dari gedung sebesar itu, hanya ada satu toserba pakaian yang jelas akan berhasil dikelilingi hanya dalam waktu kurang dari satu jam.

Menonton bioskop... mmm rasanya tidak. Saya sedang membenci film-film horor yang belum juga habis masa tayangnya itu. Tidak ada bagus-bagusnya film begitu untuk ditonton! (*atau saya yang terlalu takut?!)

Nongkrong bersama dengan notebook tersayang... tapi sampai berapa lama?

Aahh ya sudahlah, mungkin memang sebaiknya saya pulang saja sekarang. Sudah menjelang malam juga, pasti sebentar lagi salah satu dari antara nama Ayah atau Ibu akan muncul di layar handphone saya. Menanyakan di manakah anak mereka yang satu ini, kenapa belum juga tiba di rumah.

“Ini Mbak, bill-nya...” kata si mas bercelemek.

“Ini sesudah discount atau belum, Mas?”

Si Mas tersenyum. Membuat saya curiga.

“Mbak, potongan harga ini baru berlaku kalau pembelian minimalnya lima-puluh-ribu setelah diskon. Dan cuma berlaku untuk minuman kopi aja, Mbak...”

Saya menarik kembali nampan kecil berwarna coklat dan meneliti kertas kecil di atasnya.

Bagooeess!!

Selamat menikmati potongan harganya ya, Agatha!

website page counter

ADA 13 KOMENTAR:

» Anonymous sisi:

mba, pusat belanjanya masih jauh gak dari rumah?? =) hati-hati yah mba pulangnya, jangan marah-marah di jalan yah mba...piss^_^v

November 07, 2007 7:00 PM  
» Blogger iin:

ahahaha.. sms 'tipuan' modus baru.. ternyata kopi bisa menghipnotis juga.. ;D

November 07, 2007 11:21 PM  
» Anonymous anima:

bener-bener alasan untuk pembenaran untuk parkir gratis dan diskon 50% :p

tabah yah, mbak

November 08, 2007 12:51 PM  
» Anonymous anima:

tambahan: alasan untuk pembenaran yang panjang :D

November 08, 2007 12:54 PM  
» Anonymous mas yang bercelemek:

nggak mbak.. sebenarnya bukan penipuan.. tapi setelah melihat rona wajah mbak, diskon itu jadi bersyarat..
maaf ya.. ini bukan keputusan manajemen tapi keputusan hati saya..
makanya tinggal sebutin saja nomor hape kamu kok..
:D

November 08, 2007 10:25 PM  
» Blogger RavE:

hehe...
been there too...
dan seperti kata adek gw: marketing itu memang (terkadang) busuk ;D

November 09, 2007 5:00 PM  
» Blogger mbakDos:

sisisusu:
lumayan jauh sih... tapi tenang, gak marah2 kok... kan setelah dari sana, udah ketemu sama dirimu ;D

iin:
stuju! memang memabukkan, in! ;D

anima:
makasih lhoooo :P

mas.cel aka mas yang bercelemek:
tapi dari mana saya yakin kalo nantinya saya gak akan dikirimi sms promosi 'tipuan' sejenis ini lagi?! atau malah situ yang hendak mempromosikan diri?! ;D

rave:
hehehe nokomen ah soal yang itu! ;D

November 09, 2007 7:53 PM  
» Anonymous PakDok:

Kasusnya beda tapi nenek saya sama-sama kena tipu.
Jualan dengan cara seperti itu, gimana mereka bisa dapet pelanggan yang loyal ya?

November 12, 2007 6:22 PM  
» Blogger mbakDos:

pakDok:
yaa pertanyaannya kan jadi, "apa yang mau mereka jual?" bukan begitu? :P

November 13, 2007 7:18 PM  
» Blogger andri:

pasti gak diperhatikan bahwa di sms ada tanda bintangnya, hihihi. tapi kayaknya emang gak ada tanda bintangnya deh

November 15, 2007 5:19 PM  
» Anonymous temen yang ga diajak ngopi:

makanya lain kali kalo mau memanfaatkan diskon ngajak2 temen2nya doong... begini deh jadinya kalo ga ngajak temen... hehehe...

November 30, 2007 8:37 PM  
» Blogger mbakDos:

andri:
bukan bintang, tapi bulan kali ;D

temen yang pengen diajak ngopi:
lha kalo gak tau gimana cara ngajaknya, kan susah?! ;D

November 30, 2007 10:54 PM  
» Anonymous Anonymous:

ternyata ini toh salah satu profil orang yg bikin parkir susah dicitos tiap hari selasa dan rabu. ga jadi bete deh

March 26, 2008 2:47 PM  

» Post a Comment

 

LINKS:

» Create a Link

« Kembali ke TERAS