Sindrom Ada-ada Aja

Thursday, May 04, 2006

Yah... begitulah...

Psikotest yang harus saya ikuti hari ini benar-benar menjemukan saya. Bukan sombong bukan congkak. Tapi memang tes itu berjalan tidak seperti yang ada di bayangan saya. Saya masih tidak mengerti, ketika diberitahu tentang tes yang akan diadakan hari ini, mengapa mereka menyebutnya psikotest?

Yang ada di kepala saya ketika mendengar kata itu adalah sejumlah tes Psikologis di mana saya akan diharuskan untuk menghafalkan sejumlah kata dan menyebutkannya kembali; menggambar pohon, orang, dan menggambar dengan melengkapi tanda-tanda yang sudah tersedia di kertas; dan tentunya tes yang paling menjemukan adalah… mengerjakan penjumlahan angka-angka dalam ‘kertas koran’ di mana kertas itu isinya hanya deretan-deretan angka saja yang harus dijumlahkan – entah berapa puluh ribu angka di sana.

Dan tepat sekali! Tes-tes semacam itulah yang harus saya kerjakan.

Man, saya Sarjana Psikologi. Dan saya melamar pekerjaan untuk Reporter Psikologi!

Tadinya saya pikir tes yang akan saya jalani adalah semacam mengarang bebas, atau apalah itu, yang setidaknya berhubungan dengan jenis pekerjaan yang saya lamar. Paling tidak, tes semacam itulah yang cukup masuk akal bagi saya. Bukan karena ada embel-embel Psikologi di belakang kata Reporter, lalu tes Psikologis lah yang rasanya tepat. Eh, kok ya ndilalah justru jenis tes yang bukan hanya pernah saya kerjakan beberapa kali, tetapi tes yang juga saya tahu bagaimana cara scoring-nya.

Ya jelas lah! Namanya juga psikotest, yang kalau diterjemahkan secara harafiah pun akan terdengar seperti Psychological Test. Sekali lagi, ini bukan sombong bukan congkak lho…

Di tengah-tengah saya mengerjakan tes, tiba-tiba saja saya merasa ada sesuatu yang aneh terjadi. Celana saya basah? Perut saya melilit? *enak saja kamu menuduh saya mengompol!

Wah… ini dia ternyata penyebabnya! Kenapa sedari tadi saya bermuram durja saja ketika mengetahui tes apa yang akan saya kerjakan. Padahal sebenarnya tidak perlu sampai seperti itu juga, bukankah?

Nah nah… dan ini juga tampaknya penyebab mengapa kemarin-kemarin saya ‘gampang panas’ saat menyetir, tiba-tiba marah ketika ada orang yang menyerobot antrian saat saya hendak memesan makanan di kantor, menjadi menye-menye saat mengingat NANDO, bahkan hendak marah ketika ada segerombolan ABG yang menyiul-nyiuli saya saat sedang berjalan dari lobby menuju tempat parkir tadi.

Saya sering menyebutnya sebagai sindrom ada-ada aja. Kurang ‘ada-ada aja’ bagaimana coba? Sindrom ini yang dengan suksesnya membuat mood saya berubah seenak-enaknya, swinging ke sana-kemari. Sekarang saya adalah orang yang sangat menyenangkan, menit berikutnya menjadi sangat menyebalkan karena tiba-tiba ngambek, mutung, marah karena alasan yang tidak jelas. Tiba-tiba saya menjadi over-sensitive. Bercanda pun kadang-kadang membuat saya sakit hati dan tersinggung.

Ugh! Menyebalkan! Jangankan kamu, saya pun juga tidak menyukainya. Ah sudahlah, saya juga tahu kok kalau kamu sebal bukan main pada saya karena itu. Hayo ngaku?!

Bukan hanya itu. Sindrom ini berhasil memanggil keluar jerawat-jerawat yang sudah sekian lama saya basmi mati-matian. Dan hampir tadi membuat saya semaput karena sakit perut yang tidak tertahankan!

Yang terakhir inilah yang membuat saya harus membatalkan janji denganmu. I’m really sorry…

Dalam kondisi perut melilit – yang amat sangat! – saya harus kembali mengendarai si hitam. Hujan deras. Suasana yang SANGAT mendukung.

Tampaknya saya harus segera kembali pulang. Karena biasanya, hari pertama seperti ini akan sangat menyiksa saya. Sakit perut ini bisa membuat saya tidak beranjak dari tempat tidur. Luar biasa menyiksa. Sementara siang ini? Saya masih berada di tempat yang nun jauh di sana. FYI, rumah saya ada di bilangan Jakarta Timur-mendekati Bekasi, kantor tempat saya tes tadi ada di daerah Jakarta Barat.

Sudah terbayang kan, bahwa saya harus menyeberangi Jakarta untuk bisa tiba di rumah?!

Satu jam lebih. Dan saya tiba di rumah. Dan sakit perut itu hilang.

Sinting! Kalau tahu begini kan saya masih bisa memutar setir dan membelokkan si hitam tadi untuk menemuimu?!

website page counter

ADA 4 KOMENTAR:

» Anonymous t-one:

Mungkin sakit perutnya juga mengikuti mood kamu yang berubah seenak-enaknya, swinging ke sana-kemari kaleee.... :-)

May 04, 2006 10:36 PM  
» Blogger Shrivastava:

t-one:
kayanya yaaaa ;D
coba kalo bukan mood yang swinging, lebih enak kali yak?! ;-)

May 04, 2006 11:40 PM  
» Anonymous Oj.:

Fotonya mendistorsi proses pembacaan tulisan.

May 06, 2006 3:47 PM  
» Blogger Shrivastava:

oj.:
berarti fotonya memang diletakkan di tempat yang tepat bukan?! ;-)

May 07, 2006 9:10 AM  

» Post a Comment

 

LINKS:

» Create a Link

« Kembali ke TERAS